PERANAN CREATIVE ACCOUNTING, CORPORATE GOVERNANCE DAN IMPRESSION MANAGEMENT TERHADAP INTERNAL CONTROL SYSTEM DAN KECURANGAN AKUNTANSI DALAM PELAPORAN KEUANGAN (STUDI KASUS PADA ENTITAS PUBLIC DI INDONESIA)
DOI:
https://doi.org/10.51774/mapan.v7i2.195Keywords:
Creative Accounting, Corporate Governance, Impression Management, Internal Control System, Kecurangan AkuntansiAbstract
Penelitian ini dilakukan untuh menjawab pertanyaan “Apakah Laporan Keuangan masih bisa dipercaya akurasinya”. Kecurangan akuntansi dalam pelaporan keuangan menimbulkan keraguan yang besar dan kerugian bagi para investor, kreditor, dan stakeholders lainnya. Akibatnya pihak users mendapatkan informasi yang salah atas kondisi entitas karena adanya upaya menyembunyikan informasi yang relevan dan akurat, sehingga mengakibatkan users mengambil suatu analisa dan keputusan yang salah. Tujuan dari penelitian ini mengetahui pengaruh creative accounting, corporate governance dan impression management terhadap internal control system dan kecurangan akuntansi dalam pelaporan keuangan. Dimana variable internal control system menjadi variabel intervening yang menghubungkan antara creative accounting, corporate governance dan impression management terhadap kecurangan akuntansi pada pelaporan keuangan. Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah staf, pegawai dan karyawan bagian accounting, dan finance dalam sebuah entitas public. Penelitian ini menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan Software smartPLS 3.0. Hasil analisis dapat disimpulkan bahwa creative accounting berpengaruh dan corporate governance berpengaruh terhadap kecurangan akuntansi. Sedangkan corporate governance berpengaruh terhadap internal control system.
Downloads
References
Amat, Oriol, Bale, John, and Dowd. Jacks, 1999, The Ethics of Creative Accounting, Economics Working Paper, SSRN.
Aerts, W.1994. On the Use of Accounting Logic as an Explanatory Category in Narrative Accounting Disclosures. Accounting Organizations and Society 19(4/5): 337-353
Boynton, W.C., Walter G Kell, 1996, Modern Auditing, 6th Ed, Jhon Wiley & Sons, Inc, New York.
Chtourou S.M., Jean Bedard, and Lucie Courteau, 2001, Corporate Governance and Earning Management, Working Paper, www.ssrn.com
Clatworthy, M.A dan M.J. Jones. 2001. The Effect of Thematic Structure on The Variability of Annual Report Readability. Accounting, Auditing and Accountability Journal 14(3): 311-326
Healy., P.M, 1995, The effect of Bonus Schemes on Accounting Decisions, Journal Accounting and Economics 7, 85-107
Hooghiemstra, R. 2000. Corporate Communication and Impression Management – New Perpectives Why Companies Engage in Social Reporting. Journal of Busuness Ethics 27: 55-68
Ikatan Akuntansi Indoensia, 2011, Standar Akuntansi Keuangan. Salemba Empat, Jakarta.
Naser, K, 1992, A Note on The Use pf Creative Accounting, British Accounting Review, 24, pp 111-118
Shleifer, A and R.W. Vishny, 1993, Corruption. Quarterly Journal of Economics, Vol 108, pp: 559-617.
Singarimbun, Masri dan Effendi Sofyan, 2009, Metode Penelitian Survey, LP3ES, Jakarta.
Smith, R., Sam Tiras, and Stan Vichitlekarn, 1997, The Interaction Between Internal Control Assessment and Substantive Testing in Audits for Fraud. Working Paper, SSRN
Sugiyono. 2014. Metode Penilaian Kuantitatif, Kualitatif dan Kombinasi (Mixed
Method). Bandung: Penerbit Alfabeta
Suwardjono, 2005, Teori Akuntansi: Perekayasaan Pelaporan Keuangan, BPFE. Jakarta.
Vinnari dan N’Asi. 2008. Creative Accrual Accounting in the Public Sector: “Milking” Water Utilities To Balance Municipal Budgets and Accounts,
Yuthas, K., R. Rogers, dan J.F. Dillard. 2002. Communicative Action and Corporate Annual Reports. Journal of Business Ethics 41 (1-2): 141-157
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Syarat yang harus dipenuhi oleh Penulis sebagai berikut:
a.Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
b.Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
c.Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).





